
Sinau.org – Puasa merupakan ibadah jiwa seseorang, ibadah wajib bagi setiap ummat islam. dengan tujuan untuk meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT. Dengan berpuasa kita dapat mengurangi rekayasa dan tipu daya setan. Diantara masuknya rekayasa dan gangguan setan itu melalui aliran darah manusia dalam keadaan kenyang. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda:
إِنَّ الشَّيْطَانَ يَجْرِي مِنَ ابْنِ آدَمَ مَجْرَى الدَّمِ، فَضَيِّقُوا مَجَارِيَهُ بِالْجُوعِ
Artinya: Sesungguhnya setan itu menyusup dalam aliran darah anak Adam (Manusia), maka persempitlah jalan masuknya dengan lapar (puasa).
Puasa telah dijanjikan oleh Allah SWT pahala yang dijanjikan yang tak disebutkan nilainya. Sebagaimana diambil dari Hadits Qudsi yang berbunyi
عن أبي هريرة ﺭﺿﻲ اﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻋﻨﻪ ﻳﻘﻮﻝ ﻗﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋليه ﻭﺳﻠﻢ ﻗﺎﻝ اﻟﻠﻪ ﻛﻞ ﻋﻤﻞ اﺑﻦ ﺁﺩﻡ ﻟﻪ ﺇﻻ اﻟﺼﻴﺎﻡ ﻓﺈﻧﻪ ﻟﻲ ﻭﺃﻧﺎ ﺃﺟﺰﻱ ﺑﻪ
Artinya: Diriwayatkan dari Abi Hurairah RA. Beliau berkata Rasulullah SAW bersabda: “Allah SWT berfirman: Semua amal ibadah anak Adam untuk mereka sendiri kecuali puasa. Sesungguhnya puasa untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya.”
Dari hadits Qudsi tersebut kita tidak tahu berapa pahala yang digandakan? Apakah 10x lipat, ataukah 27 Derajat seperti pahala Shalat Berjamaah, atau bahkan pahala yang tidak ada batasnya. Disisi lain apakah atau bagaimana puasa kita layak mendapatkan pahala seperti yang dijanjikan tersebut. dalam sabda Nabi SAW jelas berbunya.
كَمْ مِنْ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلَّا الْجُوْع وَالْعَطْش
Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan sesuatu dari puasanya kecuali rasa lapar dan dahaga (HR An-Nasa’i).
Marikita fahami, Hal-hal yang dapat menggugurkan pahala puasa. Ada 5 hal yang harus dihindari, yaitu:
- Ghibah (الغِيبةُ), Yaitu menyebut saudara muslim dengan sebutan yang dibenci olehnya, walaupun kebenaran yang anda sampaikan tersebut ada pada saudara muslim anda.
- Namimah (النّمِيمةُ), yaitu menyampaikan sesuai yang dapat menimbulkan fitnah, dan terjadi adu
manusiadomba. - Dusta (الكذِبُ), yaitu rekayasa suatu perkaya yang tidak sesuai dengan faktanya.
- Pandangan disertai Syahwat (النّظرُ بِالشّهوةِ), yaitu memandang sesuatu yang haram atau yang halal tetapi dengan syahwat.
- Sumpah Palsu (اليمِينُ الكاذِبة), yaitu bersumpah dengan cara berdusta.
Kelima tersebut dijelaskan dalam sabda Nabi Muhammad Saw:
خمسٌ يُفطِرن الصّائِم: الغِيبةُ، والنّمِيمةُ، والكذِبُ، والنّظرُ بِالشّهوةِ، واليمِينُ الكاذِبة
Artinya: “Lima hal yang bisa membatalkan pahala orang berpuasa, yaitu (1) menggunjing, (2) adu domba, (3) berdusta, (4) melihat dengan syahwat, dan (5) sumpah palsu” (HR Ad-Dailami).
Mudah-mudahan bulan Ramadhan ini kita senantiasa diberikan kekuatan untuk melaksanakan puasa dengan baik.